| PSK Embung Miring saat terkena Razia Oleh Satpolpp Kabupaten Probolinggo |
Operasi kali ini dilakukan dengan pendekatan berbeda. Petugas bergerak secara tertutup untuk mengantisipasi kebocoran informasi yang dinilai kerap terjadi dalam operasi sebelumnya.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Sebelas perempuan yang berada di lokasi berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu untuk menjalani proses pendataan serta pemeriksaan kesehatan.
Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, mengatakan pola operasi sengaja diubah karena sejumlah penindakan sebelumnya diduga telah diketahui oleh pihak yang menjadi sasaran.
“Karena beberapa kali operasi yang kami lakukan itu selalu bocor sehingga target yang kami incar sudah bersiap-siap. Oleh karena itu operasi kali ini kami lakukan secara senyap,” kata Taupik.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi para perempuan yang diamankan sekaligus mengantisipasi adanya indikasi penyakit tertentu. Identitas mereka juga masih dalam proses pendataan.
Selain itu, petugas memperoleh informasi mengenai dugaan tarif layanan seksual di kawasan tersebut. Tarif yang disebut berada di kisaran Rp100 ribu untuk sekali transaksi, di luar biaya kamar.
“Sekali main biayanya Rp100 ribu plus kamarnya. Kami juga masih belum tahu dari belasan PSK ini ada pemain baru atau ada yang terindikasi penyakit,” ujarnya.
Taupik menambahkan, hasil pemeriksaan kesehatan dan pendataan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap 11 perempuan yang diamankan dalam operasi tersebut.
Satpol PP Kabupaten Probolinggo hingga kini masih menyelesaikan proses pemeriksaan dan pendataan sebagai bagian dari tindak lanjut operasi Pekat. (Ndy/Red)