| Kader GMNI Se-Jatim saat mendengarkan klarifikasi dari terduga kasus pencurian tas DPC GMNI Jember |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rangkaian konferensi sejak sidang pleno pertama hingga pleno kedua berlangsung relatif kondusif, meski sempat terjadi perdebatan dan ketegangan di dalam forum.
Situasi mulai memanas ketika konferensi memasuki sidang pleno ketiga dan keempat. Salah satu persoalan yang menjadi perdebatan berkaitan dengan masa berlaku Surat Keputusan (SK), keabsahan sejumlah cabang caretaker, serta hak suara dalam persidangan.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi kericuhan. Sejumlah benda, seperti kursi dan gelas, dilaporkan dilemparkan di tengah forum. Pecahan lampu juga disebut berserakan di sekitar lokasi persidangan.
Kericuhan tersebut menyebabkan salah seorang perwakilan dari Cabang Jombang harus mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat. Berdasarkan informasi yang diterima, yang bersangkutan mengalami dislokasi bahu.
Karena situasi dinilai tidak lagi kondusif, persidangan akhirnya ditunda.
Persidangan Kembali Memanas
Persidangan kemudian kembali dilanjutkan pada Minggu, 6 September 2026, dengan agenda penyerahan rekomendasi.
Namun, situasi kembali memanas hingga terjadi aksi saling pukul antarpeserta.
Selain persoalan keabsahan cabang dan hak suara, dinamika Konferda juga diwarnai informasi mengenai dugaan politik uang.
Informasi yang beredar di arena konferensi menyebut adanya dugaan pemberian dana sebesar Rp5 juta kepada setiap cabang. Dana tersebut diduga berasal dari pihak penyokong tertentu atau yang dalam forum disebut sebagai “bohir”.
Dana tersebut juga dituding disalurkan melalui pihak tertentu untuk mengarahkan dukungan kepada pasangan calon tertentu dalam proses pemilihan.
Namun, hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Pihak-pihak yang disebut maupun pihak yang dituding menerima atau menyalurkan dana tersebut juga belum memberikan klarifikasi.
Dengan demikian, dugaan aliran dana tersebut masih merupakan informasi atau tudingan yang belum terbukti dan memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Ketua DPC GMNI Jember Dilaporkan Mengalami Luka
Kericuhan juga dilaporkan menyebabkan Ketua DPC GMNI Jember mengalami luka pada bagian bibir hingga mengeluarkan darah.
Berdasarkan keterangan dari pihak yang menyampaikan kronologi kejadian, korban sempat berupaya menghentikan pendarahan menggunakan tisu.
Pihak tersebut menuding luka itu terjadi setelah korban diduga dipukul menggunakan batu.
Dalam informasi yang beredar, nama salah satu pimpinan sidang tetap, Virgiawan Budi, kader asal Cabang Surabaya, turut disebut dalam rangkaian kejadian tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut maupun aparat kepolisian mengenai dugaan pemukulan tersebut.
Tas Ketua DPC GMNI Jember Sempat Dilaporkan Hilang
Di tengah kericuhan, tas milik Ketua DPC GMNI Jember juga dilaporkan hilang.
Kehilangan tersebut kemudian dilaporkan kepada panitia. Panitia bersama sejumlah perwakilan DPC GMNI Jember melakukan pencarian hingga akhirnya tas tersebut ditemukan di depan kamar hotel yang disebut ditempati pengurus DPD GMNI Jawa Timur.
Informasi yang dihimpun menyebut sejumlah orang kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait keberadaan tas tersebut.
Dalam proses tersebut, nama beberapa kader dari Surabaya dan Jombang turut disebut.
Salah satunya adalah Ketua DPC GMNI Jombang berinisial DF. Berdasarkan keterangannya, ia mengaku mendapatkan tas tersebut dari seorang kader yang tidak dikenalnya.
“Kalau tas itu saya dapatkan dari salah satu kader yang tidak saya kenal,” ujar DF, berdasarkan informasi yang dihimpun.
Setelah diamankan, yang bersangkutan disebut memberikan klarifikasi di hadapan peserta Konferda.
Informasi lain yang beredar menyebut terdapat tiga orang dari Surabaya dan satu orang dari Cabang Jombang yang turut diamankan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti status hukum maupun hasil pemeriksaan terhadap orang-orang tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah perwakilan DPC GMNI se-Jawa Timur mulai meninggalkan tempat pelaksanaan konferensi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia maupun Pengurus DPD GMNI Jawa Timur terkait kronologi lengkap kericuhan, dugaan politik uang, dugaan pemukulan, maupun orang-orang yang diamankan dalam peristiwa tersebut. (Red)
HALOPROBOLINGGO.COM akan memperbarui informasi ini setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.