![]() |
| Daftar Tiga Wilayah Bersuhu Terendah di Jawa Timur |
HALOPROBOLINGGO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami penurunan suhu udara seiring berlangsungnya musim kemarau dan fenomena bediding. Kondisi ini dipengaruhi oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin, serta minimnya tutupan awan pada malam hingga dini hari sehingga suhu udara turun lebih rendah dari biasanya.
Berdasarkan data pengamatan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur periode 1–2 Juli 2026, terdapat tiga wilayah yang mencatat suhu minimum terendah di Jawa Timur.
Posisi pertama ditempati AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo, dengan suhu minimum mencapai 5,1 derajat Celsius. Suhu tersebut menjadi yang terendah di Jawa Timur pada periode pengamatan tersebut.
Posisi kedua ditempati Stasiun Geofisika Tretes, Kabupaten Pasuruan, dengan suhu minimum 14,0 derajat Celsius.
Sementara posisi ketiga ditempati Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, yang mencatat suhu minimum 14,6 derajat Celsius.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena bediding merupakan kondisi udara dingin yang lazim terjadi pada musim kemarau. Kondisi ini disebabkan oleh langit yang cenderung cerah pada malam hari sehingga panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.
BMKG juga menegaskan bahwa daftar tersebut merupakan hasil pengamatan suhu minimum pada periode tertentu. Oleh karena itu, urutan wilayah dengan suhu terendah dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan musim.
Masyarakat yang berada atau beraktivitas di kawasan dataran tinggi diimbau untuk mengenakan pakaian hangat, menjaga kondisi tubuh, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, data pengamatan Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) periode 1–2 Juli 2026. (Ndy/Red)
