HALOPROBOLINGGO.COM - Pernahkah Anda merasakan udara yang sangat dingin pada malam hingga pagi hari, namun berubah menjadi terik saat siang? Fenomena ini dikenal masyarakat sebagai musim bediding atau begiding, yang umumnya terjadi selama musim kemarau.
Fenomena tersebut dipengaruhi oleh angin monsun timur yang bertiup dari Australia menuju Indonesia. Angin ini membawa massa udara yang lebih dingin dan kering sehingga menyebabkan suhu udara turun drastis, terutama pada malam dan dini hari. Meski memberikan suasana yang sejuk, perubahan suhu yang cukup ekstrem dapat memengaruhi kondisi kesehatan apabila tubuh tidak beradaptasi dengan baik.
Dampak Musim Bediding bagi Kesehatan
Udara dingin dan kelembapan yang rendah dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:
- Flu, batuk, dan pilek akibat meningkatnya kerentanan tubuh terhadap infeksi saluran pernapasan.
- Kulit kering dan bibir pecah-pecah karena berkurangnya kelembapan udara.
- Kambuhnya alergi maupun asma akibat saluran pernapasan lebih sensitif terhadap udara dingin.
- Otot dan sendi terasa lebih kaku, terutama pada lansia atau penderita radang sendi.
- Tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi karena rasa haus cenderung berkurang saat cuaca dingin.
Agar tetap sehat dan dapat beraktivitas dengan nyaman selama musim bediding, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Gunakan Pakaian yang Hangat
Kenakan jaket, sweater, kaus kaki, atau pakaian berlapis saat beraktivitas pada malam maupun pagi hari. Pakaian hangat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko gangguan akibat udara dingin.
2. Tetap Penuhi Kebutuhan Cairan
Meskipun tidak mudah merasa haus, kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi. Minumlah sekitar dua liter air setiap hari atau sesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Air hangat maupun minuman herbal seperti wedang jahe juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menghangatkan tubuh.
3. Jaga Kelembapan Kulit
Udara kering dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Gunakan pelembap setelah mandi, oleskan lip balm secara rutin, dan hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas dalam waktu lama.
4. Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak makanan yang kaya vitamin C, protein, dan antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi makanan berkuah hangat seperti sup ayam atau soto juga dapat membantu menghangatkan tubuh sekaligus memberikan rasa nyaman.
5. Rutin Berolahraga
Tetap lakukan aktivitas fisik secara teratur meski cuaca terasa dingin. Berolahraga selama 20–30 menit setiap hari dapat meningkatkan kebugaran tubuh, memperlancar sirkulasi darah, dan menjaga sistem imun tetap optimal.
6. Tidur yang Cukup
Istirahat selama 7–8 jam setiap malam membantu proses pemulihan tubuh dan menjaga sistem kekebalan tetap kuat. Tidur yang berkualitas juga membuat tubuh lebih siap menghadapi perubahan suhu selama musim kemarau.
Tetap Waspada Meski Cuaca Terasa Nyaman
Musim bediding memang menghadirkan udara yang sejuk dan nyaman. Namun, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara malam dan siang hari dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Dengan menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga tubuh tetap hangat, masyarakat dapat menikmati suasana musim bediding tanpa mengabaikan kesehatan. (Hlp/Red)
